Kamis, 02 April 2015

Tugas k3

Penyajian Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik dari 50 data nilai siswa yang mengikuti ujian Matematika

Ari Solehudin (1306021)
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Abstrak – jurnal ini membahas bagaimana penulis nilai siswa yang mengikuti ujian Matematika dari ke 50 siswa yang mengikuti ujian matematika, penulis mengukur atau menghitung nilai ujian siswa yang dimana disitu menghitung nilai Mean (rata-rata), median, modus, dan ukuran letak dari kuartil, desil dan persentil.

Kata Kunci – Frekuensi, Grafik, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil

I.                   PENDAHULUAN
Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas. Yang dimana dalam menghitung Tabel Frekuensi menggunakan bagian dari Kelas/Class, Batas kelas, Panjang kelas, Frekuensi, Nilai tengah.
Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu
Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.
Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.


Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.
Nilai tengah                
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

Ukuran Pemusatan Data
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.

II.                URAIAN PENELITIAN

A. Tahap Telaah
Daftar dari siswa peserta ujian matematika
Nama
Nilai akhir
Ai Karwati
70
Ai Sri
75
Ajeng Restu
80
Alit Yulianti
30
Andi Nugraha
55
Aris H
81
Arno Firmansah
60
Bunga Adinda puspita
75
Deva Ayu Utami
70
Dian Maryani
70
Dini Siti maryani
81
Dini Widianti
80
Dwi Sopiatuallailiah ZS
55
Fajar R. Gumilar
40
Firman G
55
Fitra Kodariah
90
Gina Nurul Azizah
25
Gusvira Noerwendayah
30
Hasni Novianti
75
Ilham Muharam
82
Indah Agustien
70
Ira Trie Ramdhaniati
55
Jana Abdullah
60
M Deni
81
Maulana
80
Melly Handyanisa
30
Mery Maryam
45
Muhamad Faris Perkasa
72
Muhamad Iham D
70
Najah Nurhasanah
80
Nana Nurjana
90
Ojan Setiawan
80
Resti Pera pitriani
70
Reza Aprinsyah
75
Rhima Yustika
45
Rijal Tri cahya A
70
Rizaludin
70
Sasqia Nurul Fauziah
72
Tuti Susilawati
55
Ujang Saepuloh
80
Windi Pratiwi
86
Winy Widia
57
Wulan Pratiwi Putri
70
Yenti Sumiati
89
Yeti Heryati
90
Yoga Prasetio
55
Yosep S
67
yuda firmansyah
85
Yuli Yulian
45
Yusup A
50

Berikut ini adalah pembahasan dari hasil penyajian data jumlah karakter status Facebook
Nilai Minimal         = 25
Nilai Maksimal       = 90
Range                      = 65                    Kelas                        = 1 + 3.32 log (n)
2k >/ n
2k >/ 50  .. k = 6, 7, ... pilih 6
Interval                    = R / K
= 65/ 6 = 10,9
 = 65/ 6 = 10,9

Tepi Bawah
Tepi Atas
Turus
frekuensi
frekuensi relatif
25
90
IIII
4
8%
35,9
100,9
IIII
4
8%
46,8
111,8
IIIIIIII
8
16%
57,7
122,7
III
3
6%
68,6
133,6
IIIIIIIIIIIIIII
15
30%
79,5
144,5
IIIIIIIIIIIIIIII
16
32%

50
100%

Histogram Frekuensi
Tepi    Bawah
Tepi         Atas
Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
Batas Bawah - Batas Atas
25
90
24,95
90,05
4
24,95-90,05
35,9
100,9
35,85
100,95
4
35,85-100,95
46,8
111,8
46,75
111,85
8
46,75-111,85
57,7
122,7
57,65
122,75
3
57,65-122,75
68,6
133,6
68,55
133,65
15
68,55-133,65
79,5
144,5
79,45
144,55
16
79,45-144,55

Poligon Frekuensi
Tepi    Bawah
Tepi         Atas
Nilai Tengah
Frekuensi




25
90
57,5
4
35,9
100,9
17,95
4
46,8
111,8
79,3
8
57,7
122,7
90,2
3
68,6
133,6
101,1
15
79,5
144,5
112
16

Tabel Distribusi Kumulatif
  Kurang    Dari
Frekuensi Kumulatif
≤ 25
0
 ≤ 35,9
4
≤ 46,8
8
≤ 57,7
16
≤ 68,6
19
≤ 79,5
34
≤ 90,4
50
Lebih  Dari
Frekuensi Kumulatif
≥90
46
≥100,9
42
≥111,8
34
≥122,7
31
≥133,6
16
≥144,5
0


     


Penyajian Data Numerik :
            Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.
Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
F.Kumulatif
24,95
90,05
4
4
35,85
100,95
4
8
46,75
111,85
8
16
57,65
122,75
3
19
68,55
133,65
15
34
79,45
144,55
16
50

MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :
Gambar 1.1
Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median

Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       50 / 2 = 25
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘25’ terletak pada baris ke-2 yaitu 36, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 2, yaitu : 725.85
Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
F.Kumulatif
24,95
90,05
4
4
35,85
100,95
4
8
46,75
111,85
8
16
57,65
122,75
3
19
68,55
133,65
15
34
79,45
144,55
16
50

L  : 79,45
i    : 10,9
n   : 50
F   : 4
f   : 16

Med = L + i (n/2 – F)
                          f
Med = 79,45 + 10,9 (50/2 – 4)
                                        16
Med = 79,45 + 10,9  (25 – 4)
                                         16
Med = 79,45 + 10,9 (21)
                                  29
Med = 96,48125

MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :
Gambar 1.2
Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Jadi :
L     : 79,45 (penjelasan sama dengan yang diatas)
i      : 10,5
d1   : 16 – 15 = 0
d2   : 0

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 79,45 + 10,9 (   0  )
                                  0+1
Mod = 79,45 + 10,9 (0)
                                  1
Mod = 90,35

KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Gambar 1.4
Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Jadi :
n   : 50
i    : 10,9
L  : 79,45 (penjelasan sama dengan yang diatas)
F   : 4
f   : 16
k   : 1, 2, 3

k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 79,45 + 10,9 (1.50/4-4)
                                                  16
              Q1 = 79,45 + 10,9 (50/4-4)
                                                 16
              Q1 = 79,45 + 10,9 (12.5-4)
                                                   16
              Q1 = 79,45 + 10,9 (8,5)
                                               16
              Q1 = 93,75625




k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q2 = 79,45 + 10,9  (2.50/4-4)
                                                    16
              Q2 =79,45 + 10,9 (100/4-4)
                                                 16
              Q2 = 79,45 + 10,9 (25-4)
                                                 16
              Q2 = 79,45 + 10,9  (24)
                                                16
              Q2 = 93,75625

k = 3  >  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q3 = 79,45 + 10,9 (3.50/4-4)
                                                 16
              Q3 = 79,45 + 10,9 (150/4-4)
                                                  16
              Q3 = 79,45 + 10,9 (37.5-4)
                                                  16
              Q3 = 79,45 + 10,9 (33,5)
                                                16
              Q3 = 102,271875

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Gambar 1.5
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan apabila harus menghitung sampai 10 mungkin terasa lelah, jadi disini saya Cuma menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D1 = 79,45 + 10,9 (1.50/10-4)
                                                  16
              D1 = 79,45 + 10,9 (50/10-4)
                                                  16
              D1 = 79,45 + 10,9 (5-4)
                                                16
              D1 = 79,45 + 10,9 (1)
                                               16
              D1 = 80,13125

k = 2  >  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                      f
              D2 = 79,45 + 10,9 (2.50/10-4)
                                                   16
              D2 = 79,45 + 10,9  (100/10-4)
                                                   16
              D2 = 725.85 + 374.9 (10-4)
                                                   16
              D2 = 725.85 + 374.9 (6)
                                                 6
              D2 = 90,35

k = 3  >  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                       f
              D3 = 79,45 + 10,9 (3.50/10-4)
                                                  16
              D3 = 79,45 + 10,9 (150/10-4)
                                                   16
              D3 = 79,45 + 10,9 (15-4)
                                                 16
              D3 = 79,45 + 10,9 (11)
                                               16
              D3 = 86,94375


PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Gambar 1.6
Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P1 = 79,45 + 10,9 (1.50/100-4)
                                                  16
              P1 = 79,45 + 10,9 (50/100-4)
                                                 16
              P1 = 79,45 + 10,9 (0.5-4)
                                                16
              P1 = 79,45 + 10,9 (-3,5)
                                              16
              P1 = 77,065625

k = 2  >  P2 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P2 = 79,45 + 10,9 (2.50/100-4)
                                                  16
              P2 = 79,45 + 10,9 (100/100-4)
                                                    16
              P2 = 79,45 + 10,9 (1-4)
                                               16
              P2 = 79,45 + 10,9 (-3)
                                              16
              P2 =77.746875

k = 3  >  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P3 = 79,45 + 10,9  (3.50/100-4)
                                                   16
              P3 = 79,45 + 10,9 (150/100-4)
                                                  16
              P3 = 79,45 + 10,9 (1.5-4)
                                                16
              P3 = 79,45 + 10,9 (-2,5)
                                                16
              P3 = 77,746875

I.                   KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dengan data ukuran file dari 50 daftar siswa yang mengikuti ujian matematika, penulis dapat menemukan hasil dari Histogram Frekuensi beserta grafiknya, Poligon Frekuensi beserta grafiknya, Tabel Distribusi Kumulatif yang nantinya menghasilkan grafik ogif (positif dan negatif). Di samping itu, dapat menemukan hasil dari :
median : 96,48125
modus : 90,35
dan ukuran letak dari :
Kuartil1 : 93,75625
Kuartil2 : 93,75625
Kuartil3 : 102,271875
Desil1 : 80,13125
Desil2 : 90,35
Desil3 : 86,94375
Persentil1 : 77,065625
Persentil2 : 77,40625
Persentil3 : 77,746875

DAFTAR PUSTAKA

Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.